28 /Agustus 2018

Wisata Alam di Buton Kota Bau Bau

Wisata Alam di Buton Kota Bau Bau
Oleh: @adhitlan

PULAU Buton tak hanya menyajikan keindahan alam, tempat bersejarah dapat dikunjungi wisatawan untuk menambah wawasan tentang kejayaan Kesultanan Buton di masa lalu. Liburan kali ini saya mengunjungi suatu kota di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

Kota bernamakan Bau-Bau. Dari Jakarta, Kota Bau-Bau dapat ditempuh dengan dua cara. Pertama, menggunakan jasa transportasi udara. Kedua, ditempuh melalui jasa angkutan laut. Bila Anda menggunakan pesawat terbang, dari Jakarta pesawat akan terbang selama 2,5 jam untuk transit terlebih dahulu di Kota Makassar lalu menuju Kota Bau-Bau.

Namun, bila Anda memilih menggunakan kapal laut, Kapal Pelni dapat berlayar menuju Kota Bau-Bau, biaya pun lebih terjangkau dibandingkan dengan menggunakan pesawat terbang. Bila dari Jakarta waktu tempuh Kapal Pelni selama 3 hari, dengan 2 kali transit di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Makassar, menjanjikan sebuah pengalaman baru perjalanan di laut.

Perjalanan semacam itu akan lebih seru bila dilakukan bersama rombongan. Berkunjung ke Bau-Bau, Anda tak perlu bingung mencari penginapan. Di kota tersebut banyak hotel atau losmen yang sesuai anggaran kamu. Transportasi lokal pun tak perlu dikhawatirkan, kamu bisa menyewa motor untuk menempuh tempat wisatanya.

Keraton Buton

benteng-keraton-buton.jpeg

Perjalanan pertama, saya lakukan untuk melihat-lihat Kota Bau-Bau secara menyeluruh dari atas Benteng Keraton Buton. Dari ketinggian, kita dapat melihat hampir semua rumah di pulau tersebut. Benteng berukuran keliling sekira 2.700 meter dengan tinggi 2-3 meter dan ketebalan dinding hingga 2 meter itu memiliki 12 pintu (lawa). Ada cerita menarik tentang sejarah pembangunan tempat ini. Konon, tumpukan batu tersebut direkatkan dengan menggunakan putih telur. 

Dari penginapan, saya memilih berjalan kaki menuju benteng tersebut sambil melihat-lihat pemandangan di sekitarnya. Tangga demi tangga pun saya lalui, cukup tinggi memang. Diperlukan tenaga besar bagi para pejalan kaki. Namun, Anda yang tidak mampu melalui cara saya, bisa menggunakan transportasi pribadi atau umum. Memasuki lingkungan benteng tersebut, muncul kekagetan di benak saya. Betapa tidak, seperti melakukan perjalanan di lorong waktu, saya terlempar ke masa lampau.

Rumah-rumah di dalamnya betul-betul dipertahankan dalam bentuk rumah asli Buton. Rumah panggung yang sebagian besar berbahan kayu. Orang-orang yang tinggal di dalamnya adalah mereka yang masih bertalian darah dekat dengan para petinggi kesultanan. Selain bangunan benteng, terdapat beberapa bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi, seperti Masjid Agung Keraton dan Makam Sultan Murhum (Sultan Pertama Buton).

Di samping Masjid Agung yang konon didirikan di atas bongkahan batu yang sangat besar, terdapat tiang bendera yang berumur ratusan tahun. Menuju arah selatan terdapat makam Sultan Murhum, disamping makam tersebut terdapat sebuah batu yang dapat mengeluarkan air sewaktu-waktu. Air tersebut dipakai ketika memandikan seorang anak perempuan dalam proses pingitan. Di beberapa tempat juga terdapat beberapa gua persembunyian yang masing-masing memiliki cerita sejarah. Di luar benteng, terdapat museum yang menyimpan benda-benda peninggalan kesultanan, mulai dari keris, tombak, meriam, alat-alat rumah tangga, dokumen-dokumen, lukisan dan masih banyak lagi. Sungguh perjalanan wisata yang bersuasana mistis dan membuat saya takjub.

Di tengah perjalanan yang meletihkan, aku menyempatkan diri menyantap es kelapa muda sambil beristirahat di sebelah timur benteng. Di sana terdapat payung-payung tempat beristirahat menghadap ke arah jurang. Di bawah tampak mengalir sungai berkelok-kelok. Begitu jelas dan indah pemandangan sore itu. Dari sebelah barat benteng, kita dapat melihat matahari yang akan tenggelam ke peraduannya. Lengkap sudah perjalananku hari itu, diakhiri dengan menyaksikan matahari terbenam.

Masih di kota yang sama, selanjutnya saya akan berkunjung ke Air Terjun, Pantai dan masih banyak lagi. tunggu cerita aku selanjutnya ya.
airterjun-tirtarimba.jpg

keraton-buton4.jpg1f489abdf944f1dee987ff2990260257

Komentar

  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Testimonial

Facebook